Tidak ada yang tidak mungkin

TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN

Tidak seperti biasanya, hari ini cuacanya lagi mendung disertai turun hujan deras. padahal sudah waktunya untuk berangkat ke sekolah.
“Duhh gimana ini, aku ada ulangan hari ini lagi, mana hujannya ga berhenti – berhenti.” ujarku (Nadya)
Aku berteriak memanggil ibu “Ibu hujan nya makin deras cuacanya sangat dingin ditambah angin”.
Dengan hujan yang cukup deras itu membuat cuacanya sangat dingin, tentu bukan kondisi yang baik untuk pergi sekolah.
Perlu perjuangan dan keinginan yang sangat kuat untuk berangkat ke sekolah.
Ibu menawarkan untuk meminta izin kepada walikelas jikalau terlambat datang ke sekolah sampai hujan berhenti.
“Tidak apa-apa izin dulu, Nak, mungkin gurumu bisa memaklumi kondisinya,” tawar ibu.
Setelah hujan mulai reda aku bergegas untuk berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda yang selalu menemaniku berangkat sekolah sehari-hari.
Sesampainya di sekolah aku memarkir sepeda di lapangan parkir sekolah, seperti biasanya aku di sambut oleh pak satpam yang bertugas untuk menjaga sekolah.
“Kenapa berangkat sekolahnya agak terlambat?, tidak seperti biasanya,” tanya pak satpam.
“iya pak, karena dirumah sedang turun hujan cukup deras dan lebat di saat mau berangkat ke sekolah. jadi, menunggu hujannya sedikit reda,” jawab ku.
“Ohh begitu.” kata pak satpam sambil manggut-manggut
Setelah itu aku minta izin ke pak satpam untuk segera masuk ke kelas, agar aku bisa mengikuti pelajaran hari ini sesuai dengan jadwal yang di tentukan.
“Yasudah pak, saya izin masuk ke kelas dulu untuk mengikuti pelajaran,” ujarku.
“Oh iyaa silahkan, jangan lupa semangat belajarnya agar tercapai cita-cita mu, Nak,
Dan bahagiakan lah kedua orang tua mu dengan prestasi mu,” jawab pak satpam sambil tersenyum padaku.
“Baik pak, Terimakasih atas penyemangat dan do’a nya,” jawab ku sambil tersenyum.
Setelah itu aku masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran. dan sesampainya dikelas aku mengucapkan salam dan disambut oleh guru walikelas dan teman sekelasku.
“Assalamualaikum,” ucap ku.
“Waalaikumsalam,” jawab guruku dan juga teman-teman ku serentak.
Guruku mempersilahkan ku duduk di tempat ku.
Pelajaran pun dimulai seperti biasa.
Lembaran soal ulangan pun mulai dibagikan oleh salah satu temanku.
Setelah aku mendapatkan lembaran soal ulangan, segera aku kerjakan dengan teliti, dan aku bisa menjawab soal ulangan dengan benar sesuai harapan dan guru ku inginkan.
Sampai pada akhirnya waktu untuk mengerjakan soal ulangan sudah habis dan harus segera dikumpulkan dimeja guru.
Bell istirahat pun berbunyi. Saatnya waktu untuk beristirahat pun tiba.
Tiba-tiba temanku mengajak pergi ke kantin untuk membeli bakso agar perut terisi
Perasaanku kini menjadi campur aduk dengan hasil nilai ulangan yang aku kerjakan, Namun aku selalu meyakinkan diriku sendiri kalau usaha tidak akan mengkhianati hasil.
Hari dimana perasaanku yang campur aduk itu pun akhirnya selesai, kini adalah hari kedua dimana nilai dari ulangan itu di umumkan. Di pagi hari yang sangat amat ku tunggu ini terlihat semua teman temanku khawatir memikirkan nilai nya, Guru yang akan mengumumkan nilai pun masuk ke dalam ruang kelas ku.
Dan ternyata semua anak-anak kelas sukses mengerjakan ulangannya dan mendapatkan nilai yang sangat bagus. Nadya pun merasa bangga dan senang ketika mendapatkan nilai yang ia harapkan selama ini.
Dari cerita tersebut bahwa belajar lah dengan bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil dan berusahalah sebisa mungkin untuk mengahadapi soal soal ulangan/ujian meskipun susah tapi jika tidak didampingi dengan usaha tidak akan membuahi hasil, harus yakin pada diri sendiri kalau usaha tidak akan menghianati hasil. Tetap semangat dalam belajar. 

– TAMAT –

Jika ada awal, maka akan ada akhir. Sekian dari saya, Ananda Putri Salsabila dari kelas 9D.

Terimakasih telah membaca cerpen ini sampai akhir.

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Program Literasi Sekolah

Membaca Nadhom asmaul husnah sebelum KBM Madrasatul Quran 30 menit sebelum KBM Menulis buku untuk guru dan siswa Perpustakaan keliling, Perpustakaan digital Membuat mading madrasah Membuat majalah madrasah Membuat pojok baca Perpustakaan di kelas Mengikuti program Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) 2022

Baca selengkapnya...

Prestasi Literasi Sekolah

1. Menerbitkan buku karya siswa 2. Menerbitkan buku karya guru 3. Menerbitkan majalah madrasah 4. Juara lomba membaca Puisi 5. JUARA 1 LOMBA VIDEO PROFIL MADRASAH Tk. MTs. Se kabupaten6. JUARA FAVORIT LOMBA VIDEO PROFIL MADRASAH Se kabupaten

Baca selengkapnya...