MEMORI PERSAHABATAN

Karya : Devi Citra Ayu Lestari (IX-A)

Hari itu, seorang siswi kelas IX di Madrasah Tsanawiah yang bernama Hazal tengah melakukan Ujian Akhir Sekolahnya di hari terakhir. Ia adalah anak yang rajin dan tekun. Ia berusaha dengan baik untuk belajar giat dan mengerjakan soal dengan teliti agar mendapat nilai yang baik. Kini ia sudah nendaftarkan diri untuk sekolah ke jenjang berikutnya di Madrasah Aliyah 1 Pasuruan dan ia sudah diterima. Di MTs, Hazal mempunyai 3 orang sahabat yaitu Cansu, Shaira, dan Maira.

“Kriingggg….”, bel istirahat sudah berbunyi. Hazal bergegas berkumpul dengan ketiga temannya di gazebo, tetapi salah satu temannya belum datang, Cansu.

“Tumben banget sampai jam segini Cansu belom kesini juga ya?” Ujar Shaira. “Iya yaa tumben banget, biasanya dia yang pertama dateng” ucap Maira.

Tanpa paniang lebar, Hazal pun bergegas menghampiri kelas Cansu. Sesampainya di kelas Cansu, ternyata ia melihat Cansu sedang menangis di bangku pojok belakang. “Loh, Cansu kamu kenapa kok nangis?” Ujar Hazal. Cansu terdiam, memeluk Hazal dengan rintihan tangisnya. Hazal gelisah,

“Sebenarnya apa yang terjadi pada Cansu?” Ucap dalam hati. Perlahan, tangis Cansu mulai meredah. “Cansu, kamu kenapa nangis? Tumben kamu tadi gak ikut kumpul bareng? Kamu udah ditungguin Shaira sama Maira loh di gazebo, ayo kita kesana, nanti kamu bisa cerita ke kita” ujar Hazal dengan perasaan gelisah.

Mereka pun pergi ke gazebo.

Shaira dan Maira bertanya tanya, Apa yang terjadi pada Cansu. Sehingga Cansu pun berbicara, tetapi ia sedikit ragu untuk mengatakan kepada teman-temannya. Perlahan ia mengatakan dengan tegas bahwa ia menangis karena ia tidak diterima di sekolah pilihannya.

“Gimana bisa kamu sampai gak diterima disekolah pilihanmu? Nilaimu kan bagus bagus Cansu?” Ucap Hazal dengan terkejut. “Iya gak diterima soalnya waktu verifikasi berkas ada yang salah dengan identitasku, jadi uda gabisa di apa apain lagi” jawab Cansu. “Emangnya kamu daftar sekolah dimana Cansu?” Tanya Maira. Cansu pun menjawab bahwa ia mendaftar sekolah di Madrasah Aliyah 1 Pasuruan. “Eeuumm jadi bentar lagi kita bener bener pisah sama Cansu, kita bertiga uda diterima di Madrasah Aliyah 1 Pasuruan tapi Cansu gak diterima” ucap Shaira dengan mata yang berkaca-kaca.

Mereka berempat saling berpelukan.

“Btw kamu jadi sekolah kemana habis ini?” Tanya Hazal pada Cansu. “Barusan aku uda telfon mama, katanya aku mau disekolahin di Jakarta, ikut papaku yang kerja disana” jawab Cansu.

Hazal, Shaira, dan Maira pun memberi support dan doa untuk Cansu dan saat ini Cansu sudah kembali bersemangat.

Satu minggu kemudian…, Hari ini adalah hari perpisahan untuk anak kelas IX di Madrasah Tsanawiah. Seluruh siswa dan siswi menghadiri acara wisuda. Kali ini Hazal, Shaira, dan Maira memberikan kejutan pada Cansu. Hazal yang tampak membawa sebuah kotak, Shaira memegang seikat bunga, dan Maira yang membawa sebatang cokelat. Mereka sudah mempersiapkan semua rencana untuk memberikan surprise ini pada Cansu.

“Dooorrr….Cansu!” teriak Maira. “Eh kamu Maira, mana Hazal sama Shaira? Kok tumben ga barengan? ” ujar Cansu sambil terkejut.

Tiba-tiba Hazal dam Shaira datang di belakang Cansu, kemudian mereka menutup mata Cansu dengan kain hitam.

“Eh eh apa apaan ini? Mau ngapain? Kok mataku ditutup? Mau kalian bawa kemana akuu?” Tanya Cansu dengan panik. “Udaa ikut ajaa” jawab Shaira. Mereka membawa Cansu di taman sebelah gedung yang sudah mereka hias. “Taraaaaa, this is for you bestie” serentak Hazal, Shaira dan Maira berbicara. “Masyaallah baguss bangettt inii” ucap Cansu.

Hazal memberikan kotaknya yang berisi gamis dan sebuah foto mereka berempat, begitu juga dengan Shaira dan Maira yang menyerahkan setangkai bunga dan sebatang cokelat pada Cansu.

“Ini kenang-kenangan dari kita Cansu, meskipun bentar lagi kita pisah, kamu jangan lupain kita ya” ujar Hazal sambil menangis. “Iya Cansu, kita harus tetep sahabatan sampai kapan pun, kita ga akan ngelupain kamu” ucap Maira dengan mata yang berkaca-kaca. “We will miss you Cansu. But you always in our heart” ucap Shaira. “Masyaallah makasih ya, kalian baik banget ke aku, aku akan selalu mengingat kalian, I will miss you all my bestie, nanti kalo kangen kita bisa telponan atau video call ya, love you all” jawab Cansu dengan tangisnya.

Mereka pun saling berpelukan satu sama lain.

End…,

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Program Literasi Sekolah

Membaca Nadhom asmaul husnah sebelum KBM Madrasatul Quran 30 menit sebelum KBM Menulis buku untuk guru dan siswa Perpustakaan keliling, Perpustakaan digital Membuat mading madrasah Membuat majalah madrasah Membuat pojok baca Perpustakaan di kelas Mengikuti program Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) 2022

Baca selengkapnya...

Prestasi Literasi Sekolah

1. Menerbitkan buku karya siswa 2. Menerbitkan buku karya guru 3. Menerbitkan majalah madrasah 4. Juara lomba membaca Puisi 5. JUARA 1 LOMBA VIDEO PROFIL MADRASAH Tk. MTs. Se kabupaten6. JUARA FAVORIT LOMBA VIDEO PROFIL MADRASAH Se kabupaten

Baca selengkapnya...
Website Anda Akan Segera Habis Masa Aktifnya
Hari
Jam
Menit
Detik
Website Anda Akan Segera Nonaktif. Abaikan Pesan Ini Jika Telah Melakukan Perpanjangan.

Perpanjang Sekarang!