Jangan Sampai Terlupakan

 

 

 

 

 

 

 

Jangan Sampai Terlupakan
(Cerpen Karangan Hadija Kelas 8A+)

Aku sangat menyukai buku. Mungkin bisa di katakan, aku menyayanginya dan mencintainya. Sampai-sampai aku tidak ingin meninggalkannya.

Dulu, aku sangat suka dengan buku, apalagi dengan buku novel dan buku cerita. Kemanapun aku pergi, aku akan selalu membawa buku novel. Aku sering menghabiskan hari-hariku dengan membaca buku. Mulai dari buku pelajaran, buku cerita, sampai buku novel. Di dalam tas sekolahku, aku selalu membawa buku diary dan novelku. Jika sedang waktunya istirahat, aku akan membaca novel atau bahkan menulis tentang bagaimana hari-hariku hari itu. Aku menulisnya di buku harianku.

Dulu, aku sangat menyukai buku, namun sekarang sudah biasa saja. Aku masih ingat kenapa sekarang aku biasa saja dengan buku.

Hari itu, aku sedang membaca buku pelajaran di kelas pada waktu istirahat. Hanya ada aku di kelas, sendirian. Teman-temanku yang lainnya sedang pergi bermain pada saat itu. Lalu aku berkata dalam hati “Mengapa teman-temanku tidak ada yang suka membaca buku? Padahal membaca buku itu asyik.” Pikirku pada saat itu.

Lalu tiba-tiba, ada salah satu teman yang datang menghampiriku. Seakan-akan dia tahu apa yang sedang aku pikirkan, dia berucap “Kata siapa membaca buku itu asyik? Membaca buku itu membosankan. Aku yakin kamu juga pasti sudah mulai merasa bosan. Hanya saja, kamu pasti bingung kan apa yang akan kamu lakukan selain membaca buku bukan?” Kata temanku itu.
Aku tampak berpikir sebentar. Benar juga kata dia, aku memang sudah merasa bosan membaca buku terus-menerus. Lalu temanku berucap lagi “Padahal kamu bisa melakukan banyak hal selain membaca buku, entah itu bermain bersama teman-temanmu, berjalan-jalan, ataupun bermain internet.”
Aku termenung mendengarkan ucapannya. Benar kata dia, kenapa aku tidak mencoba melakukan hal-hal baru? Kenapa juga aku tidak mencoba mencari pengetahuan di internet selain di buku?
Lalu temanku berkata lagi, “Internet itu bisa dibilang pengganti buku. Tetapi, internet lebih luas daripada buku. Kamu bisa mencari apapun di internet, mulai dari berita yang sedang trending, atupun kamu mau mencari ilmu pengetahuan di internet? Itu juga bisa.”
Aku masih bergeming. Benar lagi kata dia, kenapa aku tidak mencoba mencari pengetahuan di internet? Internet juga lebih luas dari buku. Banyak yang bisa kita dapatkan dari internet.
“Tapi meskipun begitu, kita jangan melihat internet saja, kita juga tetap harus membaca buku. Internet itu istilahnya hanya sebagai pelengkap dan sumber dari semua informasi di dunia ini.” Lanjutnya.
“Iya. Benar katamu nak. Internet itu hanya sebagai pelengkap buku saja. Namun, internet lebih luas jangkauannya. Banyak yang bisa kita dapatkan dari internet.” Ucap guruku yang tiba-tiba saja ada di samping temanku. Aku bingung, ‘kenapa bisa tiba-tiba guruku masuk? Apakah bel masuk sudah berbunyi?’ Pikirku.
“Namun tetap saja, kita tidak boleh melupakan buku. Meskipun sekarang ada internet yang lebih canggih, kita juga harus tetap membaca buku. Karena, semua hal yang ada di internet belum tentu kebenarannya. Maka dari itu, kita harus dapat menggunakan internet dengan sebaik-baiknya.” Lanjut guruku lagi.
Akupun mengangguk membenarkan semua itu. “Benar. Aku setuju dengan ucapan kalian. Kita harus dapat menggunakan internet dengan sebaik-baiknya. Namun, meskipun sekarang ada internet yang lebih canggih dari buku, kita tetap harus membaca buku. Karena buku adalah jembatan ilmu. Sebelum ada internet, buku lebih dulu terciptakan. Jadi, jangan sampai kita tidak membaca buku apalagi sampai melupakan buku.” Ucapku menyetujui.
“Iya, benar sekali. Terkadang aku heran dengan remaja zaman sekarang. Mereka kan malas membaca buku, tapi mereka tidak malas menggunakan internet untuk bermain game online”. Kata temanku.
Memang benar. Remaja zaman sekarang lebih suka memakai internet untuk hal-hal yang tidak penting. Padahal mereka bisa menggunakan internet itu untuk mencari sumber pengetahuan lebih luas.
“Remaja zaman sekarang memang sudah banyak yang melupakan buku. Padahal di internet, mereka juga bisa mencari banyak ilmu. Tetapi, mereka hanya menggunakan itu sebagai media untuk bermain game online.” Tambah guruku.
“Iya Bu, benar sekali. Kita para remaja harusnya bisa menggunakan internet sebagai media untuk menambah ilmu pengetahuan.” Kata temanku.
Aku mendengarkannya dengan seksama. “Selain itu, kita juga dapat menggunakan buku dan internet sebagai kunci kesuksesan kita dengan cara mencari ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya.” Lanjut temanku lagi.
Aku tersenyum mendengar itu. Benar apa yang mereka katakan. Kita dapat menggunakan buku dan internet sebagai media untuk mencari ilmu pengetahuan, kita juga dapat menggunakan buku dan internet sebagai kunci kesuksesan di masa depan nanti.
Aku terbuyar dari lamunanku ketika ada seseorang yang menepuk pundakku.
“Ngelamun mulu, lagi mikirin apa, nak?” Tanya ibuku.
“Ah ibu, bikin kaget aja” Ucapku kesal.
“Lagian ngelamun mulu, lagi mikirin apa sih?” Tanya ibuku lagi.
“Lagi mikirin dia yang suka hilang-hilangan, Bu” Jawabku bercanda sambil tertawa kecil.
“Kamu bisa aja, serius ini. Lagi mikirin apa?” Tanya ibuku lagi.
“Ga mikirin apa-apa ibu” Jawabku.
“Yaudah kalo gitu. Ayo makan dulu” Ucap ibuku lalu beliau pergi ke arah meja makan.
“Iya bu” Ucapku lalu mengikuti beliau pergi ke arah meja makan.

Gunakanlah buku dan internetmu sebaik-baiknya, jangan sampai kalian menyalahgunakan Internet yang akan membuat kalian menyesal di kemudian hari. Buku dan internet itu bisa menjadi sumber kesuksesan kita jika kita menggunakan mereka untuk mencari ilmu pengetahuan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Program Literasi Sekolah

Membaca Nadhom asmaul husnah sebelum KBM Madrasatul Quran 30 menit sebelum KBM Menulis buku untuk guru dan siswa Perpustakaan keliling, Perpustakaan digital Membuat mading madrasah Membuat majalah madrasah Membuat pojok baca Perpustakaan di kelas Mengikuti program Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) 2022

Baca selengkapnya...

Prestasi Literasi Sekolah

1. Menerbitkan buku karya siswa 2. Menerbitkan buku karya guru 3. Menerbitkan majalah madrasah 4. Juara lomba membaca Puisi 5. JUARA 1 LOMBA VIDEO PROFIL MADRASAH Tk. MTs. Se kabupaten6. JUARA FAVORIT LOMBA VIDEO PROFIL MADRASAH Se kabupaten

Baca selengkapnya...
Website Anda Akan Segera Habis Masa Aktifnya
Hari
Jam
Menit
Detik
Website Anda Akan Segera Nonaktif. Abaikan Pesan Ini Jika Telah Melakukan Perpanjangan.

Perpanjang Sekarang!