Cerita Sebelum Tidur

(cerpen : Cerita Sebelum Tidur karya azarine havilah hassya 8A+ MTsN 1 Pasuruan)

CERITA SEBELUM TIDUR

 

Lala seorang remaja yang menginjak bangku sekolah menengah pertama. Ia anak bungsu dari 3 bersaudara, kakak laki-laki pertamanya sedang pengabdian di pulau Sumbawa, sedangkan kakak laki-laki keduanya menginjak semester akhir bangku kuliah di kota jogja dengan jurusan kedokteran. Saat ini sedang pandemi Lala yang mengikuti pembelajaran daring dari rumah. Lala yang telah selesai mengikuti pelajaran daringnya melihat jendela kamar nya suasana sepi menyelimuti. Sudah hampir setaun sekolah menerapkan pembelajaran daring akibat pendemi covid-19. Sekarang ia akan mengerjakan tugas sekolahnya, baginya sangat mudah karena dapat melihat melalui internet.

“Akhirnya selesai juga tugasnya.” Ucap Lala.

“La tolong beresin gudang ya.” ucap bunda Lala yang tiba tiba masuk ke kamar.

“Iya bun.” Balas Lala.

Lala pun turun ke gudang untuk membersihkan barang-barang dan kotoran di sana. Lala pun mulai membereskan barang-barang di gudang. Setelah selesai membereskan Lala pun menyapu dan mengepel gudang. Tanpa sengaja ia menemukan buku-bukunya saat kecil, buku yang dibacakan bunda saat ia akan tidur. Ia pun membaca beberapa buku tersebut tanpa terasa air mata Lala mulai bercucuran mengingat kenangan dengan buku tersebut.

Lala pun membawa buku tersebut kembali ke kamar dan meneruskan membacanya. Salah satu yang ia bawa adalah buku pelajaran semasa ia sekolah dasar. Ia pun membuka buku pelajaran tersebut, dulu ketika ia kesulitan dalam mengerjakan soal ia membua buku untuk mencari jawabanya namun sekarang berbeda. Ketika ia kesulitan maka langsung mencarinya di internet. Lala pun menyadari sesuatu bahwa ia sudah jarang membuka buku dan malas membaca buku karena terlalu sering membuka telepon genggam.

Tiba-tiba suara gedoran pintu merusak konsentrasinya. Lala langsung membuka pintu rumahnya dan dikejutkan dengan kehadiran kak Dika didepan pintu.

“Kak Dika.” ucap Lala dengan rasa terkejutnya.

Malam pun tiba kak Dika sedang berada dikamar Lala untuk sekedar bertukar kabar sekian lama tak berjumpa.

“Kak kenapa kalo Lala telepon jarang di angkat?” tanya Lala.

“Disana dipelosok La, jarang ada sinyal.” jawab kak Dika.

“Kak ceritain dong gimana di sana saat pandemi gini, apalagi saat sekolah.” sambung Lala.

Kak Dika pun mulai bercerita tentang bagaimana Sumbawa. Keindahan pulau tersebut membuat berbagai wisatawan banyak berkunjung namun di pelosok masih jarang terlihat oleh wisatawan. Kak Dika yang mengabdi di desa terpencil dekat dengan laut berkata sangat sulit mendapat akses internet bahkan akses keluar masuk desa pun sulit. Kak Dika bercerita tentang anak remaja seumuran ku yang kesulitan saat pembelajaran daring karena tak ada internet dan beberapa tak memiliki telepon genggam.

Kak Dika pun bercerita tentang anak bernama Indy yang tak memiliki telepon genggam namun tetap semangat bersekolah. Indy biasanya meminjam telepon genggam milik kakak yang sedang berada disana yang bernama kak Sasa. Indy mencatat materi yang disampaikan oleh gurunya lalu mengembalikan telepon genggam milik kak Sasa, jika diberi tugas Indy selalu mencari dibuku yang ia miliki. Berbeda denganya yang selalu mengandalkan internet untuk menjawab soal dari tugasnya. Tidak ada yang salah tentang itu namun Lala menjadi kurang memahami materi jika begitu.

“Kak aku ingin pergi ke pulau sumbawa” ucap Lala ditengah cerita.

“Sabar ya La, masih pandemi” jawab kak Dika seadanya.

Kak Dika pun melanjutkan ceritanya. Di desa Indy selalu membantu ibunya berjualan di pasar untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Kak Dika pun berkata bahwa Indy adalah anak yang pintar Indy memenangakan lomba ipa online, Indy lomba menggunakan telepon genggam milik kak Sasa. Setelah memenangkan lomba tersebut Indy mendapatkan hadiah sebuah telepon genggam yang digunakanya untuk sekolah. Sejak saat itu Indy semakin rajin bersekolah dan belajar. Setelah selesai bercerita kak Dika berkata kepadaku.

“Lala harus bersyukur punya telepon genggam dan dirumah sinyal internet yang cukup kencang.” Ucap kak Dika.

“iya kak, Lala sedikit menyesal saat ini Lala menggunakanya kurang bijak sehingga Lala kurang memahami materi yang diajarkan oleh guru disekolah.” Ucap Lala dengan nada yang menyesal.

“gapapa La, sekarang harus gunain dengan bijak ya. Habis ini kan liburan semester Lala bisa gunain waktu itu buat belajar yang Lala tidak paham.” ucap kak Dika memberi semangat.

“Iya kak Lala akan belajar dengan tekun dan tidak malas membaca buku agar menjadi pintar.” Jawab Lala dengan penuh semangat.

“Ya sudah sekarang Lala tidur kakak mau pergi ke kamar.” Ucap kak dika

 

Lala yang sendirian di kamar pun menyadari bahwa tak semua anak seberuntung dirinya dan sekarang zaman telah berubah buku yang menjadi bacaan favorit semua tergantikan oleh internet. Ia pun mengingat bahwa hal tersebut disebut globalisasi yang diterangkan gurunya minggu lalu saat pembelajaran ips dan saat meteri Indonesia adalah negara kepulauan sehingga penyaluran bantuan tidak merata. Lala berharap pendemi segera berakhir dan desa desa terpencil mendapat bantuan oleh pemerintah. Lala pun bersiap tidur Ia sudah memiliki banyak informasi hari ini.

 

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Program Literasi Sekolah

Membaca Nadhom asmaul husnah sebelum KBM Madrasatul Quran 30 menit sebelum KBM Menulis buku untuk guru dan siswa Perpustakaan keliling, Perpustakaan digital Membuat mading madrasah Membuat majalah madrasah Membuat pojok baca Perpustakaan di kelas Mengikuti program Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) 2022

Baca selengkapnya...

Prestasi Literasi Sekolah

1. Menerbitkan buku karya siswa 2. Menerbitkan buku karya guru 3. Menerbitkan majalah madrasah 4. Juara lomba membaca Puisi 5. JUARA 1 LOMBA VIDEO PROFIL MADRASAH Tk. MTs. Se kabupaten6. JUARA FAVORIT LOMBA VIDEO PROFIL MADRASAH Se kabupaten

Baca selengkapnya...
Website Anda Akan Segera Habis Masa Aktifnya
Hari
Jam
Menit
Detik
Website Anda Akan Segera Nonaktif. Abaikan Pesan Ini Jika Telah Melakukan Perpanjangan.

Perpanjang Sekarang!